14 September 2009

Matahari Sumber Energi Bagi Bumi

Manusia,binatang, dan tumbuh-tumbuhan perlu energi atau tenaga dalam kehidupannya. Matahari adalah sumber energi bagi semua makhluk bumi ini, baik langsung maupun tidak langsung.

Dalam proses fotosintesis, tumbuh-tumbuhan hijau memanfaatkan energi matahari untuk membuat zat makanan dengan bahan air dari tanah dan gas karbondioksida (CO 2) dari udara. Zat makanan itu sebagian digunakan oleh tumbuhan untuk tubuh membesar. Sebagian lagi disimpan di dalam buahnya seperti padi, jagung, pisang, dan kacang-kacangan. Ada yang disimpan pada batngnya seperti sagu dan tebu. Ada juga yangdisimpan pada umbinya seperti singkong dan talas. Jadi, buah-buahan, sayur mayur, kacang-kacangan, dan umbi-umbian, serta semua hasil dari tumbuh-tumbuhan sebenarnya menyimpan energi dari matahari dalam bentuk bahan makanan. Bahan makanan itu kemudian menjadi energi bagi manusia dan binatang untuk bergerak.

Selanjutnya, energi yang tersimpa pada pepohonan dan binatang bisa diubah ke bentuk-bentuk lainnya. Kayu-kayu pohon bisa dijadikan bahan bakar. Binatang-binatang seperti kerbau, sapi, atau gajah sering dijadikan penarik beban yang berat. Pepohonan yang telah mati dan tertimbun tanah jutaan tahun lamanya akan berubah menjadi batu bara. Batu bara itu menjadi salah satu bahan bakar penting dalam industri dan kereta api di masa lalu. binatang-binatang laut yang tertimbun di dasar laut selama jutaan tahun akhirnya menjadi minyak bumi. Minyak bumi ini setelah diolah akan menjadi bensin, solar, atau minyak tanah.

Energi matahari dalam bentuk panas juga menyebabkan penguatan air laut. Uap air akan terkumpul dalam bentuk awan. Lalu dari awan itu akan turun hujan. Air hujan yang terkumpul di gunung-gunung akan mengalir melalui sungai. Kemudian air terjun dari bendungan bisa digunakan untuk menggerakan generator pembangkit tenaga listrik. Jadi, tenaga listrik secara tidak langsung juga berasal dari perubahan energi matahari.

Perubahan pemanasan oleh matahari juga menyebabkan perubahan tekanan udara. Udara yang mengalir dari daerah yang tekanannya tinggi ke daerah yang tekannya rendah kita kenal sebagai angin. Pada saat siang hari, daratan lebih cepat panas daripada lautan. Akibatnya, tekanan udara di darat lebih rendah daripada di laut maka terjadilah angin laut.

13 September 2009

Tujuh Langit

langit yang kita lihat berwarna biru itu sebenarnya hanyalah lapisan udara yang menghamburkan cahaya biru dari matahari. kalau kita pergi ke luar angkasa, langit biru itu tidak akan terlihat lagi. Langit tampak gelap. Kalau begitu adakah tujuh lapis langit itu?

Orang orang dahulu memang beranggapan langit berlapis-lapis.di dalam Al Quran memang sering disebut-sebut tujuh langit. Maka banyak orang beranggapan bahwa langit memang terdiri dari tujuh lapis. Apalagi dengan adanya kisah Isra Mi'raj yang menyebutkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Sampai ke langit tujuh.

Sebenarnya sebutan tujuh langit di dalam Al Quran bukan berarti tujuh lapisan langit, tetapi benda-benda langit yang jumlahnya amat banyak. Di dalam Al Quran bilangan tujuh sering berarti jumlah yang banyak sekali.

"Dan seandauinya pohon-pohon di bumi menjadi pena laut (menjadi tinta),ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya,niscaya tidak habis-habisnya (dituliskan) kalimat (ilmu) Allah.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Q.S Lukman 31:27) "Tujuh" bermakna jumlah yang banyak,lebih banyak dari yangkita pikirkan. Tidak mungkin itu bermakna angka antara enam dan delapan,karena Allah tidak mungkin terbatas,misalnya ilmu Allah habis dicatatkan hanya dengan 1+7= 8 laut saja.

Dalam surat Al Mulk (67) ayat 3 dan Surat Nuh (71) ayat 15,sab'a samaawaatin thilbaqaa "tujuh langit bertingkat-tingkat" tidak berarti ada lapisan-lapisan langit.Itu bermakna bahwa bintang-bintang dan objek langit lainnya yang jumlahnya sangat banyak berada pada ketinggian yang berbeda-beda,bukan menempel pada bola langit seperti keyakinan orang dahulu.

Sedangkan di dalam kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW,tujuh lapis langit bukan langit yang biasa kita lihat berisi bintang-bintang itu. Langit bisa bermakna sesuatu yang di atas kita,baik fisik (terlihat atau terasa secara fisik) atau nonfisik (bersifat gaib,tidak terlihat dan terasa). Tujuh lapis langit bersama Jibtil menuju alam nonfisik yang lebih tinggi yang tidak lagi dibatasi oleh ruang waktu.Perjalanan itu memungkinkan rasullullah bertemu dengan beberapa nabi dahulu yang sebenarnya sudah wafat,menyaksikan gambaran surga dan mereka setelah dunia kiamat,dan menerima langsung perintah shalat dari Allah.

sumber: buku 'bertanya pada alam?(13 WORTHY FACTS TO KNOW)' penerbit shofie media,pengarang T.Djamaluddin