langit yang kita lihat berwarna biru itu sebenarnya hanyalah lapisan udara yang menghamburkan cahaya biru dari matahari. kalau kita pergi ke luar angkasa, langit biru itu tidak akan terlihat lagi. Langit tampak gelap. Kalau begitu adakah tujuh lapis langit itu?
Orang orang dahulu memang beranggapan langit berlapis-lapis.di dalam Al Quran memang sering disebut-sebut tujuh langit. Maka banyak orang beranggapan bahwa langit memang terdiri dari tujuh lapis. Apalagi dengan adanya kisah Isra Mi'raj yang menyebutkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Sampai ke langit tujuh.
Sebenarnya sebutan tujuh langit di dalam Al Quran bukan berarti tujuh lapisan langit, tetapi benda-benda langit yang jumlahnya amat banyak. Di dalam Al Quran bilangan tujuh sering berarti jumlah yang banyak sekali.
"Dan seandauinya pohon-pohon di bumi menjadi pena laut (menjadi tinta),ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya,niscaya tidak habis-habisnya (dituliskan) kalimat (ilmu) Allah.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Q.S Lukman 31:27) "Tujuh" bermakna jumlah yang banyak,lebih banyak dari yangkita pikirkan. Tidak mungkin itu bermakna angka antara enam dan delapan,karena Allah tidak mungkin terbatas,misalnya ilmu Allah habis dicatatkan hanya dengan 1+7= 8 laut saja.
Dalam surat Al Mulk (67) ayat 3 dan Surat Nuh (71) ayat 15,sab'a samaawaatin thilbaqaa "tujuh langit bertingkat-tingkat" tidak berarti ada lapisan-lapisan langit.Itu bermakna bahwa bintang-bintang dan objek langit lainnya yang jumlahnya sangat banyak berada pada ketinggian yang berbeda-beda,bukan menempel pada bola langit seperti keyakinan orang dahulu.
Sedangkan di dalam kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW,tujuh lapis langit bukan langit yang biasa kita lihat berisi bintang-bintang itu. Langit bisa bermakna sesuatu yang di atas kita,baik fisik (terlihat atau terasa secara fisik) atau nonfisik (bersifat gaib,tidak terlihat dan terasa). Tujuh lapis langit bersama Jibtil menuju alam nonfisik yang lebih tinggi yang tidak lagi dibatasi oleh ruang waktu.Perjalanan itu memungkinkan rasullullah bertemu dengan beberapa nabi dahulu yang sebenarnya sudah wafat,menyaksikan gambaran surga dan mereka setelah dunia kiamat,dan menerima langsung perintah shalat dari Allah.
sumber: buku 'bertanya pada alam?(13 WORTHY FACTS TO KNOW)' penerbit shofie media,pengarang T.Djamaluddin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar